1. Kapan lagi dapet kartu pos dari Agustinus Wibowo yang dikirim langsung dari Papua Nugini?

     

  2.  


  3. Kakak saya pernah cerita. Dulu, dia punya seorang teman lulusan arsitektur ITB. Hmm ya bayangin aja sih, lulusan ITB. Terus entah karena ngerasa salah jurusan, salah jalan, atau apa, setelah lulus dia malah ngulang S1 di LIA program bahasa Jepang (setelah berlelah-lelah kuliah 4 tahun, dia lebih milih buat ngulang 4 tahun lagi!). Pastinya dia harus ketinggalan jauh dong sama teman-temannya yang mungkin langsung ambil S2 atau kerja di perusahaan besar. Tapi kenyataannya dia malah lebih sukses dan sepertinya lebih bahagia sama keputusan yang dia ambil itu. Dia dapet beasiswa ke Jepang dan akhirnya jadi dosen sastra Jepang (di mananya saya nggak nanya).

    Ada lagi anaknya teman Mamah yang punya cerita sama. Empat tahun kuliah di FEUI, dia milih untuk ngulang di Teknik Informatika Gunadarma. Dan sekarang dia lebih sukses sama pilihannya itu.

    Setelah dengar dua cerita barusan, aku jadi mikir. Setiap orang punya jalan hidup yang beda-beda. Nggak peduli ada di negeri atau swasta, yang penting mereka punya satu tujuan yang sama, yaitu untuk jadi manusia dengan derajat yang lebih baik (baca: jadi orang sukses). Mungkin selama membuat keputusan, mereka dapat berbagai komentar yang nggak enak, bikin down, bikin males sama orang-orang di sekitarnya, dan sebagainya. Tapi pada akhirnya mereka mampu membuktikan kalau mereka berhasil ada di ‘atas’.

    Tulisan yang nggak enak dibaca ini dibuat untuk self motivation aja sih. Mana tahu kalau kapan-kapan saya lagi down, saya bisa baca tulisan ini lagi x)

     

  4. Now it’s time to jump into Murakami’s brain.

     


  5. From 18 to 22 you meet a lot of temporary people.
    — (via jordancorin)

    (Source: mydeepest-fear, via midnightsa)

     

  6.  

  7. (Source: corporation-cats, via aishoni)

     

  8. rufisa:

    keep walking :)

    Ah, ini menjawab keresahan aku selama ini.

    (Source: 9GAG, via liez)

     

  9.  

  10.